Kategori

artikel (9) Berita (4) bisnis (1) cerpen (3) Dunia Islam (3) Falak (1) fikrah (22) iklan (1) kebudayaan Islam (2) kesehatan (4) Khutbah (4) pendidikan (2) perjalanan (2) puisi (14) Tokoh (3)
22 Mei 2012

ISBN: 978-602-225-418-8 Terbit: Mei 2012 Halaman : 177, BW : 177, Warna : 0 Harga: Rp. 38.900,00 Deskripsi: Fatma tidak membayangkan rencana perkawinannya dengan Chandra gagal, hanya gara – gara sebuah perjodohan. Kemudian dia kawin dengan Burhan teman kerjanya. Sejak mengandung, Fatma sudah tidak bekerja lagi dan ketika anaknya berumur dua tahun, Burhan suaminya juga menjadi penganngguran, karena pabrik tempat bekerjanya tutup. Kemudian Burhan berjualan buah, tidak betah berjulan buah, Burhan pergi merantau. Fatma berusaha menggantikan posisi suaminya berjulan buah, bertahun – tahun Burhan tidak ada kabarnya. Berbagai peristiwa menimpa Fatma. Keteguhan hatinya dan kekuatan cintanya teruji ketika Chandra kembali ingin menjalin cinta dengan Fatma. Apakah Fatma akan kembali kepada Chandra atau tetap menunggu suaminya kembali dari merantau? Silahkan baca untuk mengetahui jawabannya. berminat klik tautan ini:

http://www.leutikaprio.com/produk/10041/novel/1205582/perempuan_tangguh/12033623/abdun_albarra Selengkapnya...

23 Mar 2012

Oleh : Muhammad Ilham
Sejarah dipenuhi dengan cerita membangun dan menghancurkan, tapi siapakah yang membersihkannya (Rabindranath Tagore).
Aku ingin meletakkan sekuntum sajak/di makam Nabi/supaya sejarah menjadi jinak/dan mengirim sepasang merpati/tanpa kepongahan dan jumawa diri/ (Kuntowijoyo : Makrifat Daun)
Tentang kesederhanaan dan kezuhudan, bacalah Umar bin Khattab. Kenisbian sebuah jabatan, selamilah Umar bin Khattab. Pada Umar bin Khattab, kita juga temukan tentang sebuah perspektif - “beratnya amanah”. Khalifah ke 2 Khulafaur Rasyidin ini ibarat sebuah contoh tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Tak ada yang tak kenal dengan putra Khattab ini. Sejarah mencatat, tegas orang-nya, pintar otak-nya. Dikenalnya “Fiqh Umar” dalam tradisi Fiqh Islam merupakan refleksi dari kejeniusannya.Sumber: http://sejarah.kompasiana.com
Oleh : Muhammad Ilham
Sejarah dipenuhi dengan cerita membangun dan menghancurkan, tapi siapakah yang membersihkannya (Rabindranath Tagore).
Aku ingin meletakkan sekuntum sajak/di makam Nabi/supaya sejarah menjadi jinak/dan mengirim sepasang merpati/tanpa kepongahan dan jumawa diri/ (Kuntowijoyo : Makrifat Daun)
Tentang kesederhanaan dan kezuhudan, bacalah Umar bin Khattab. Kenisbian sebuah jabatan, selamilah Umar bin Khattab. Pada Umar bin Khattab, kita juga temukan tentang sebuah perspektif - “beratnya amanah”. Khalifah ke 2 Khulafaur Rasyidin ini ibarat sebuah contoh tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Tak ada yang tak kenal dengan putra Khattab ini. Sejarah mencatat, tegas orang-nya, pintar otak-nya. Dikenalnya “Fiqh Umar” dalam tradisi Fiqh Islam merupakan refleksi dari kejeniusannya. Ketegasan, tidak usah ditanyakan. Sebelum masuk Islam, ia adalah “penentang” terkeras nabi Muhammad. Melebihi Abu Lahab dan Abu Jahil. Putra Abdullah ini bahkan terkesan belum berani secara terang-terangan menyiarkan Islam. Seketika, karena ketersentuhan hatinya mendengar lantunan ayat Al-Qur’an dari adiknya, Umar masuk Islam. Disamping tentunya, begitu mengagumi moralitas Muhammad. Masuknya Umar dalam barisan awal pemeluk Islam, Nabi Muhammad menjadi “lebih berani”. Perkembangan Islam pada periode Mekkah pasca masuk Islamnya Umar ini, walau tidak sensasional dibandingkan periode Madinah, setidaknya Muhammad lebih lempang “bergerak”. Umar memberikan raga-bathinnya untuk membela misi suci Muhammad. Ia ibarat Merah Silu yang berganti nama dengan Malikul Saleh, ketika masuk Islam. Samudera Pasai “terislam”kan. Si Merah Silu menjadi pembela eksistensi Islam periode awal di ranah Sumatera, mungkin Indonesia.
Diantara sahabat nabi yang mulia, mungkin Umar-lah yang dikenal “bagak” dan garang. Beda dengan Abu Bakar yang bijak, Utsman yang pragmatis dan arif serta Ali bin Abi Thalib nan zuhud lagi smart. Walau demikian, kegarangan Umar lebih pada tempatnya. Ia menangis tersedu sedang mendengar rengekan anak-anak “tengah malam” yang kelaparan, sehingga ia “membongkar” Baitul Mal untuk mengambil gandum, dan mengantarkannya endiri. Ia tersenyum kala wanita Yahudi buta, menyumpahinya sambil si wanita Yahudi ini dituntunnya berjalan. Ia-lah yang dihardik seorang “pengelana” ketika bertanya tentang dimana tempat tinggal “sang Presiden” Umar. Kebetulan, Umar sedang tidur-tiduran di bawah pohon korma dengan baju yang pantas untuk “direndahkan”. Ia-lah, pada suatu ketika dengan jalan kaki, setelah turun dari ontanya, memasuki gerbang Yerusalem. Ya … datang dengan jalan kaki untuk menghilangkan kesan sebagai seorang penakluk. Umar berhasil menaklukkan kota suci Yerusalem pada sekitar abad ke-7 pada masa kekhalifahannya. Ia masuk ke gerbang Yerusalem bukan bak raja-raja kala itu, penuh dengan kejumawaan dan simbol-simbol kemegahan, dan tentunya dengan tampilan sebagai pemenang. Umar tidak. Memasuki Yerusalem tanpa pembantaian dan penghancuran, sebagaimana halnya Hulagu Khan - si cicit Jengghis Khan - kala menaklukkan Baghdad. Sebagaimana juga jauh sebelumnya, kala seorang Fir’aun pernah menyerbunya, kekuasaan Babilonia melindasnya, Roma membumihanguskan dan Persia memporakporandakan kota ini. Tapi, Umar yang Amirul Mukminin dari sebuah peradaban baru yang menggetarkan, melebihi getaran Julius Caesaer dan Alexander Agung ini, memasuki Yerusalem dengan pakaian lusuh dan memandangi dengan hormat kota yang baru ditaklukkannya.
Penguasa Yerusalem kala itu, Patriarkh Sophronius dengan takut menemui Umar di Bukit Zaitun. Ketakutan Sophronius ini beralasan karena nama Umar yang didengarnya selama ini, memang pantas untuk ditakuti. Umar menyambutnya sebagai sahabat. Mereka membicarakan tentang perdamaian, terutama keamanan kaum Nasrani dan keselamatan gereja mereka. Umar yang dikenal sebagai pemimpin lurus ini, mengiyakan dan mengatakan, “pegang janji saya”. Kala, gerbang Yerusalem dibuka, peristiwa bersejarah-pun terjadi, inilah kali pertama seorang Muslim menjejakkan kaki di sebuah kota yang hanya sebelumnya dikenal oleh kaum Muslimin sebagai kota yang hanya ada dalam kisah Isra’ Mikraj.
Dengan penuh kesabaran, Umar mengikuti Sophronius membawanya ke tempat-tempat suci Kristen. Umar juga melihat letak Kenisah Sulaiman. Kala ia memasuki Kenisah ini, Umar terpaksa memasukinya dengan menunduk bahkan merangkak. Lorong itu dipenuhi oleh tahi-tahi manusia dan hewan yang telah mengering. Buah dari “kebencian” antar Yahudi dan Kristen. Sang Amirul Mukminin menyingkirkan kotoran-kotoran tersebut. Membersihkannya, semampu yang ia lakukan dan membuat Sophronus terpana. Letak Kenisah Sulaiman ini berada di sebuah tempat yang luas. Tempat yang dikenal suci, sehingga kemudian dalam tradisi Islam dikenal dengan sebutan Haram as-Sharif. Umar kemudian mendirikan satu bangunan yang amat sangat bersahaja : sebuah masjid dari kayu, yang kemudian dikenal dengan “Masjid Umar”, walau Umar tak pernah sekalipun berwasiat untuk memberikan label masjid itu dengan namanya. Menurut Marshal G. Hodhgson dalam bukunya The Venture of Islam (telah diterjemahkan Mizan), “Masjid Umar” ini kemudian dibangun ulang dengan kemegahan oleh salah seorang khalifah dinasti Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, pada akhir abad ke-7. Sesuatu yang pada prinsipnya ditentang oleh Umar sendiri, karena awal ia mendirikan “masjid kayu” ini, ia sama sekali bukan untuk menandingi Masjidil al-Aqsha. Sementara Abdul Malik dan Marwan memugar dengan penuh kemegahan Masjid Umar tersebut bermotif politis, ingin menandingi kota Mekkah. Abdul Malik ingin seperti Abrahah yang berusaha memindahkan Hajar Aswad ke Yaman, agar posisi strategis Mekkah berkurang. Abrahah “habis” karena Ababil Tragedy, sementara kreasi Abdul Malik, setidaknya, menjadi tinggalan sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan terutama untuk muhibbah religius. Tapi tetap, keinginan Abdul Malik tak kesampaian.
Dalam sebuah catatan pinggirnya, Goenawan Mohammad pernah mengatakan bahwa bangunan-bangunan besar sering hanya bisa ditopang oleh kekuasaan yang mutlak dan akumulasi dana yang mencekik. Masjid dan sejenisnya memang bisa menjadi sesuatu yang berlebihan, sebagai isyarat tentang iman, sekaligus juga tentang kepongahan. Keganjilan manusia adalah ketika ia bersikap demikian juga dalam hubungannya dengan Tuhan, padahal sebenarnya tak seharusnya pongah. Dan Umar bin Khattab menaklukkan dan membangun “sesuatu”, bukan dengan kepongahan. Sejarah panjang ummat manusia mencatat : “Orang membangun tempat ibadah dan ada yang menghancurkannya, tapi siapa yang membersihkannya?”.
Sumber: http://sejarah.kompasiana.com


Sumber: http://sejarah.kompasiana.com
Selengkapnya...


By: abdun albarra

Di matanya tersimpan cerita penuh derita
Dibibirnya terkumpul aksara tak terucap
Tangannya kaku tak mampu menulis
Matanya merah kering tak berkedip

Berapa musim berlalu menahan sepi
Menunggu waktu yang terus berputar
Rambut panjang tak terawat
Menanggung beban asmara belum terjawab

Duduk sendiri di bawah sinar rembulan
Wajah pucat berkerut menerawang
Berharap merpati datang membawa pesan
Kapan permadani merah dihamparkan

Hanya satu keyakinan yang ada di hatinya
Masih ada yang mampu mendengar tanpa suara
Masih ada yang mampu membaca tanpa goresan
Masih ada yang mampu memberi tanpa diminta
Masih ada…

Kotabaru, 4 Desember 2010
Selengkapnya...


By: abdun albarra

Selimut gelap menyelimuti sinar purnama
Gonggongan anjing bagai menusuk sukma
Ketika kabar menebar, menyentak jiwa
Bukan angin semilir yang datang membawa
Namun badai yang berlari tergesa - gesa

Tak ada lagi senyum mentari pagi hari
Tak terdengar lagi senandung sang putri
Tak ada lagi tarian awan mengiringi
Terasing di antara kerlip bintang berseri
Bahkan, simpati dan empati sirna diseret tsunami

Hanya karna sebuah pristiwa pada saat mendung
Jeritan jari kelingking yang ingin berlindung
Dari rengekkan kuda binal dan celoteh burung - burung
Jempol berdiri tegak membela disambar gagak terbang
Sobek berdarah memerah, akhirnya diamputasi, terbuang

Kini harus berlayar mengarungi persada
Dikejar bayang-bayang jejak nista
Ikuti takdir yang menata irama
Meski harus dibungkus dengan kepalsuan senyum dan tawa
Hanya tersisa ratap perih menggema di relung jiwa

Berharap, fajar menyingsing menyibak tabir
Menampakkan topeng penutup wajah yang mencibir
Dari Pengejar ambisi sebuah tahta untuk digeser
Agar mentari tersenyum menyambut salam, bertakbir
Meski harus jauh di negeri terisoler

Kotabaru. 22 Desember 2011


Selengkapnya...

1 Okt 2011

Sampai saat ini matahari masih sembunyi di balik hitamnya awan, seperti enggan menampakkan diri, bagai gadis desa yang dipingit. Ada lagu, tak selamanya mendung itu kelabu, tidak dengan hari ini. Mendung memang kelabu. Aku bingung harus darimana, bagaimana, dengan apa, dengan siapa aku harus memulainya.Oleh : Abdul Kadir
Gerimis pagi ini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. “Ah… sekalian lebat, biar diam di rumah saja, sambil menikmati kopi panas dengan gorengan dengan alunan musik alam yang tercipta dari bunyi seng yang terkena hujan.” Memang suaranya bagai dentingan suara merdu petikan gitar klasik, menelisik masuk ke kuping, meresap di kulit kasar, merasuk ke kalbu menembus dinding keangkuhan, - melunakkan hati - . Seperti kesadaran Ibnu Hajar yang melihat bagaimana air mampu membuat berlubang sebuah batu yang keras. Teman saya nyeletuk, “ jangan minta lebat, nanti banjir lagi” Air diperlukan, diharapkan dan menjadi teman, suatu kali kalau dia marah bisa menenggelamkan beberapa desa. Baginda Rasul pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Abdu Dawud dan Ibn Majah: kaum Muslim itu berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput (hutan) dan api (energi).
“Ah..kenapa aku jadi membicarakan masalah air,” mungkin karena sudah berapa kali kampung-ku dilanda banjir. Ratusan rumah terendam bahkan sampai memakan korban. Air yang seharusnya membawa berkah, tapi kenapa sekarang justru menjadi musibah. Begitu juga dengan api, kita perlu api, namun kalau sudah membesar, akan menjadi musibah juga, seperti kebakaran rumah, toko, bahkan hutan. Adakah yang salah, yah… , itu karena ulah yang namanya manusia yang serakah, hanya mementingkan diri sendiri. Hutan gundul penambangan yang tidak terkendali, terus,- korupsi hampir disemua lini, tawuran, pembunuhan sadis dengan mutilasi (apa hubungannya dengan banjir, api dan korupsi, aku juga tidak tahu, asal nyebut saja). Lalu, terus,- ah..terus…terus, enak aja, aku yang bingung.
Sampai saat ini matahari masih sembunyi di balik hitamnya awan, seperti enggan menampakkan diri, bagai gadis desa yang dipingit. Ada lagu, tak selamanya mendung itu kelabu, tidak dengan hari ini. Mendung memang kelabu. Aku bingung harus darimana, bagaimana, dengan apa, dengan siapa aku harus memulainya.
Aku mencoba membaca Koran, entah koran tanggal berapa asal comot saja. Ada berita apa, karena beberapa hari ini aku tidak baca koran – yang biasa rutin menjadi bacaan tiap pagi, begitu pengantar menaruh di meja taman rumahku -, masyaallah berita miring dari gedung yang miring. Anggota dewan yang terhormat banyak yang membolos, tapi merasa terhina dengan adanya absen pemindai sidik jari (finger print), tapi tidak merasa terhina karena membolos. Kalau ingat waktu kampanyi mengubar janji membela rakyat, rakyat yang mana. Kuletakkan koran itu, ku ambil lagi yang lain, eh. Berita .anggota Dewan, mereka minta uang ratusan juta perorang, katanya untuk membangun rumah aspirasi, emangnya selama ini tidak bisa menampung aspirasi, ah.. yang dipikirkan uangnya saja, padahal kerjanya bolos, undang-undang Cuma berapa yang diselesaikan, masih ada ratusan yang menunggu.
Kubuka lagi halaman berikutnya MUI fatwakan haram infotainment, ada apa dengan infotainment. Katanya karena membuka aib orang lain mengubar gosip, tapi kan ini yang disukai pemirsa, sebab mereka sudah bosan dengan politik negeri ini, pejabat yang korupsi, dewan yang terhormat tawuran. Tidak ada bedanya dengan anak sekolahan. Ya…, memang itu kenyataannya, apakah negeri ini sudah terbiasa dengan saling buka aib, suka gosip, pencemaran nama baik. kalau haram infotainment mau nonton apa lagi, karena sudah bosan dengan berita kejahatan yang dilakukan oleh penghuni negeri ini – dari pejabat sampai rakyat jelata -, lalu acara apa…, ah… kan ada Opera Van Java meski ceritanya tidak jelas, amburadul – saling pukul, saling dorong -, apakah itu gambaran negeri ini, yang penting bisa ketawa.
Hujan masih belum reda, aku masih belum tahu apa yang membuat hatiku gundah, koran yang tadi kubaca, kubiarkan saja jatuh di bawah meja.
Sebentar lagi puasa, bahan pokok sudah merangkak naik, kalo yang berduit sih tidak jadi masalah, kasihan rakyat kecil, yang sudah berpuasa sebelum puasa. Idealnya sebelas bulan cari uang, maka satu bulan dalam ramadlan ini istirahat saja, khusus ibadah, tapi bagaimana lagi. Boro-boro nabung untuk makan sehari-hari saja pas-pasan, bahkan kadang tidak cukup. Sebenarnya aku malu juga dengan temanku, dia nyeletuk, “ senang baca koran ya…?”, aku mengiyakan dengan bangga, kemudian dia diam sejenak sambil menatap wajahku yang sumringah, “al Qur’an juga kamu baca tiap hari? ”, dek… hatiku berdekat keras bagai dipukul dengan palu. Aku baru sadar, sudah berapa bulan, mungkin sudah tahunan, aku tidak membuka kitab yang seharusnya menjadi pedoman hidup, yang akan menuntun ke jalan yang lurus.
“ Bu.., banjiiir …,” teriak anak dari kamarnya sambil berlari ke luar. Dalam dua bulan ini sudah empat kali banjir. Seingatku, empat puluh tahun aku hidup, baru dua tahun terakhir ini kampungku dilanda banjir. Dulu meski hujan satu minggu kampungku tidak pernah kebanjiran. Berbagai alasan yang dilontarkan oleh mereka yang punya kuasa. Ustaz bilang itu karena akibat perbuatan kita sendiri, kemudian beliau mengutip firman Tuhan : “telah tanpak kerusakan di darat dan di laut, akibat olah manusia itu sendiri”.
Aku jadi ingat dengan lagunya Ebiet G Ade, “ mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa – dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita ”, dan Ebit, menyuruh kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Aku mulai berpikir, benarkah apa yang di katakan Pak Ustaz atau lagu itu. Benarkah itu ulah kita sendiri atau Tuhan yang mulai bosan dengan tingkah kita, karena dosa – dasa kita.
Tuhan menjadikan manusia sebagai khalifah di buka bumi agar menjaga dan melestarikannya alam ini, bukan semaunya mengeksploitasinya.
Kotabaru, 29 Juli 2010
Selengkapnya...

1 Sep 2011

Aktifitas keseharian kita sering mengeluarkan keringat atau kencing, maka agar metabolesme tubuh berjalan dengan baik dan normal, disarankan mengkonsumsi air paling tidak 2 liter atau 8 gelas perhari.
Namun begitu, para ahli ginjal dari Universitas Pennsylvania di Amerika Serikat menyatakan ketidaksetujuannya dengan anggapan tersebut. Menurut mereka, bukti medis akan manfaat meminum 8 gelas air putih atau lebih setiap hari tidaklah kuat alias masih meragukan.

Oleh: Abdul Kadir
Bagaikan bumi, tubuh manusia memiliki lebih banyak air. Kurang lebih 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan otak memiliki komponen air sekitar 90 persen, sementara darah memiliki komponen air sekitar 95 persen.
Pada dasarnya, air memiliki fungsi membantu liver untuk mengubah lemak menjadi energi. Apabila tubuh kekurangan air, keseimbangan tubuh akan terganggu. Untuk menyeimbangkan kembali secara otomatis tubuh akan mengambil air dari yang terdekat yaitu darah. Akibatnya darah akan kekurangan air, pada gilirannya darah akan mengental. Kalau hal ini terjadi maka berakibat perjalanan darah tidak lancar, bisa mengakibatkan perobekan pada glomerulus ginjal. Sehingga ginjal susah menyaring keluarnya air seni, biasanya dengan ditandai dengan air seni berwarna merah.
Darah yang agak kental juga mengganggu perjalanannya ke otak, otakpun akan mengental juga atau tidak encer, hal ini akan mempengaruhi daya kerja otak.
Air juga sangat berperan penting dalam menghantarkan gizi ke dalam dan keluar sel, yang biasa disebut “pompa ion”.
Aktifitas keseharian kita sering mengeluarkan keringat atau kencing, maka agar metabolesme tubuh berjalan dengan baik dan normal, disarankan mengkonsumsi air paling tidak 2 liter atau 8 gelas perhari.
Namun begitu, para ahli ginjal dari Universitas Pennsylvania di Amerika Serikat menyatakan ketidaksetujuannya dengan anggapan tersebut. Menurut mereka, bukti medis akan manfaat meminum 8 gelas air putih atau lebih setiap hari tidaklah kuat alias masih meragukan.
Untuk membuktikan pendapatnya, Dr. Stanley Goldfarb serta Dr. Dan Negoianu dari Divisi Renal, Elektrolit dan Hypertensi Universitas Pennsylvania Philadelphia melakukan tinjauan literatur ilmiah tentang manfaat meminum 8 gelas air setiap hari.
Hasil kajian Dr. Stanley Goldfarb cs menunjukkan, tak ada satu hasil riset pun berkaitan langsung dengan manfaat air putih, atau dengan kata lain tak ada satupun riset yang menganjurkan bahwa orang sehat memang membutuhkan rata-rata minum 8 gelas air per hari.
Bahkan, masih belum jelas dari mana rekomendasi ini berasal, ungkap peneliti yang memuat hasil temuannya dalam Journal of the American Society of Nephrology.
Peneliti menegaskan bahwa meminum banyak air secara sederhana akan membuat orang membuang lebih banyak melalui ginjal, namun bukan berati orang tersebut sedang membuang lebih banyak racun.
Tugas ginjal adalah membersihkan racun, itulah apa yang ginjal lakukan, ginjal melakukanya sangat efektif dan melakukannya secara independen tanpa tergantung seberapa banyak air yang orang minum. Ketika orang banyak minum air, yang orang lakukan hanyalah mengeluarkan banyak urin tetapi tidak banyak racun dalam urin,¨ terang Goldfarb. (Sumber: www.kesehatan.kompas.com/).
Minum air banyak tidak jadi masalah bagi ginjal yang masih sehat, bahkan sampai 1,5 leter sekaligus. Namun, bagi ginjal yang kurang sehat, kebanyakan memasukkan air justru sangat berbahaya, karena bisa terjadi pembengkakan di otak disebabkan kadar natrium akan rendah dalam darah. Gejala ini dikenal dengan istilah intoksikasi air (keracunan air).
Terlepas dari itu semua, yang jelas tubuh kita sangat memerlukan air. Apabila kekurangan air dapat memicu hidrasi pada tubuh. Dalam sekali minum yang aman adalah sekitar 500 cc.
Air yang kita minum terkadang tidak steril 100 persen. Air yang baik dan sehat untuk dikonsumsi bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi.
Secara fisik air yang sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimianya, air memiliki pH netral dengan konsentrasi bebrapa mineral tertentu yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Sedangkan dari aspek mikrobiologinya, air sehat yang tidak mengandung mikroba penyeab penyakit (patogen). (sumber: As’adi Muhammad dalam bukunya “Kedahsyatan Air Putih untuk Ragam Terapi Kesehatan”, 2011).
Tidak semua orang mengerti bagaimana memilih air yang sehat, Tuhan tahu hal itu. Oleh karenanya Tuhan telah siapkan alat penyaringnya yang ada dalam tubuh manusia.
Setiap air yang masuk akan disaring dulu oleh sebuah organ dalam tubuh kita, yang bernama “ sfringer”. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka dan menutup. Setiap air yang kita minum bakal disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Sfringer ini akan terbuka pada saat kita duduk dan akan tertutup pada saat kita berdiri. (sumber: www.klikdokter.com). Jadi kalau minum berdiri, minuman yang diminum tidak dapat disaring, tapi langsung ke kandung kemih, yang bisa berakibat penyakit keristal ginjal.
Rasulullah telah mengingatkan agar jangan minum sambil berdiri, sebagai mana sabda Beliau:
“Sungguh janganlah salah seorang dari kamu minum sambil berdiri.” (HR. Imam Muslim).
Dalam Hadits lain yang agak keras, Beliau bersabda:
"Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bahwa sesungguhnya beliau melihat seorang lelaki minum dengan berdiri. Kemudian beliau bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!” Orang itu bertanya, “Mengapa?” Beliau bersabda “Apakah kamu suka jika minum bersama dengan kucing?” Orang lelaki itu menjawab “Tidak” Beliau bersabda lagi “Sesungguhnya telah minum bersamamu sesuatu yang lebih buruk dari itu, yaitu syaitan!” (HR. Imam Ahmad).
Rasulullullah juga melarang makan dan minum dengan tangan kiri, sebagaimana sabda Beliau:
“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.”(HR. Muslim).

Idealnya, agar air berfungsi dengan baik di dalam tubuh kita, maka kita harus banyak mengkonsumsi air bersih (steril) dan meminumnya harus duduk.
Yang jadi masalah adalah 80 persen penduduk Indonesia belum memperoleh akses atas air bersih. PDAM yang diberikan hak pengelolaan dan pelayanan kebutuhan air bersih belum mampu mengelola usaha secara efisien. Sedangkan air bersih yang dikelola oleh swasta harganya mahal, bahkan lebih mahal dari bensin.
Masyarakat terpaksa menggunakan air sungai yang sangat tidak bersih, karena sudah banyak yang tercemar berbagai macam sampah. Tidak mengherankan kalau masyarakat banyak yang terserang penyakit.
Perlu kearifan masyarakat agar tidak mencemari sungai dan kearifan pemerintah agar menyediakan lebih banyak pengelolaan air bersih.

Wallahu ‘alam.

Selengkapnya...

18 Mei 2011

AMERIKA (Berita SuaraMedia) Ketika Jack Ellis menyatakan masuk Islam pada bulan Mei 2011, pemberitaannya menghiasi berbagai media massa AS dan sejumlah media massa internasional. Tak heran jika keputusannya masuk Islam menjadi buah bibir, karena pada saat itu Ellis masih menjabat sebagai walikota Macon, negara bagian Georgia, AS.
Ellis yang semula menganut agama Kristen, hijrah menjadi seorang Muslim setelah bertahun-tahun mempelajari al-Quran.
AMERIKA (Berita SuaraMedia) Ketika Jack Ellis menyatakan masuk Islam pada bulan Mei 2011, pemberitaannya menghiasi berbagai media massa AS dan sejumlah media massa internasional. Tak heran jika keputusannya masuk Islam menjadi buah bibir, karena pada saat itu Ellis masih menjabat sebagai walikota Macon, negara bagian Georgia, AS.
Ellis yang semula menganut agama Kristen, hijrah menjadi seorang Muslim setelah bertahun-tahun mempelajari al-Quran.
Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sebuah upacara kecil di Senegal, Afrika Barat. Setelah masuk Islam, Ellis mengurus status hukum perubahan namanya dari Jack Ellis menjadi Hakim Mansour Ellis. Ia tetap menggunakan nama keluarganya atas permintaan kedua puterinya.
Ellis pertama kali terpilih sebagai walikota Macon pada 14 Desemberr 1999 sampai tahun 2003. Ia kemudian terpilih kembali menjadi walikota Macon dan menjabat sampai bulan Desember tahun 2007. Ellis adalah warga kulit hitam pertama yang terpilih sebagai walikota Macon sepanjang 176 tahun sejarah kota itu.
"Saya kembali ke akar saya setelah bertahun-tahun melakukan perenungan," kata Ellis saat ditanya mengapa ia memilih pindah ke agama Islam.
Ia melanjutkan, "Mengapa seseorang menganut Kristen? Anda melakukannya karena Anda merasa melakukan hal yang benar ... Buat saya, hal itu bukan persoalan besar. Tapi orang banyak ingin tahu apa yang Anda yakini."
Ellis mengatakan, ia mempelajari al-Quran selama bertahun-tahun dan ia merasa menemukan tujuan hidupnya dalam Islam saat ia berkunjung ke Senegal, Afrika Barat. Menurut Ellis, nenek-nenek moyangnya sudah memeluk agama Islam sebelum mereka dibawa ke Amerika Utara sebagai budak.
Setelah menjadi seorang Muslim, ayah dari lima anak itu mulai membiasakan diri untuk menunaikan salat lima waktu dan secara rutin berkunjung ke Islamic Center di Bloomfield Road. Ellis mengaku bangga dengan kebebasan beragama di AS.
"Kami meyakini Rasulullah Muhammad saw sebagai Nabi terakhir, seperti kami meyakini Musa sebagai seorang Nabi," ujar Ellis.
Hakim Mansour Ellis lahir tanggal 6 Januari 1946 di Macon. Ia mengantongi gelar sarjana di bidang seni dari St. Leo College di Florida. Ellis pernah bertugas di dinas kemiliteran AS selama dua tahun dan ikut dikirim ke Perang Vietnam dalam Divisi ke-101 Angkatan Udara AS dengan pangkat Sersan. Atas jasa-jasanya di kemiliteran, Ellis mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain tiga penghargaan Bronze Star dan penghargaan Purple Heart.
Ellis mengaku merasa jiwanya merasa tentram dan damai setelah masuk Islam. Ellis juga merasa tidak perlu menyembunyikan keislamannya dari publik yang telah memilihnya sebagai walikota Macon, walaupun keputusan memeluk Islam adalah keputusan yang sangat pribadi sifatnya,
"Ini adalah keputusan yang sangat personal, tapi saya juga memahami bahwa saya seorang publik figur. Sebagai walikota, saya pikir masyarakat berhak tahu apa yang saya yakin, dan sebagai orang yang beriman dan iman yang yakini sekarang adalan Islam," jelas Ellis.
Selama menjabat sebagai walikota Macon, Ellis dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan kota itu. Ia menggunakan bantuan dari negara bagian dan Federal untuk membantu latihan kerja bagi anak-anak muda, membuat program pengarahan, penyuluhan, program usai sekolah dan program untuk mengurangi jumlah kriminalitas di kota itu.
"Saya tetap berbagi dengan keluarga besar saya, komunitas Macon yang mendukung saya ketika saya masih menjadi seorang Kristiani dan masih mempercayai saya hingga kini. Saya masih orang yang sama meski saya mengganti nama saya," tukas Ellis. (ol) www.suaramedia.com
Selengkapnya...

7 Mei 2011

By: abdun albarra

Sepinya malam waktu sendiri
Menetap langit –langit kamar penuh debu prasangka
Ku pejamkan mata yang lelah menunggu
Datangnya fajar membawa berita gembira

Datang nyamuk mengusik menyanyikan lagu pilu
Diiringi tarian semut yang berjejer di dinding mengejek
Aku bangkit menyibak selimut gelap
Ku nyanyikan lagu rindu menghapus duka
Kotabaru, 26 Maret 2011
Kotabaru, 26 Maret 2011 Selengkapnya...

By: abdun albarra

Bahtera berlayar menuju pulau cinta abadi
Mengarungi samudra luas yang tak bertepi
Diterpa badai, dihempas gelombang, silih berganti
Atau nikmatnya angin surga membelai, penyejuk hati

Bahtera terus berlayar menyisir di sela karang
Hari ini dua puluh empat tahun lalu, kembali terkenang
Saat mendebarkan, Ikrar suci diucapkan
Menyatukan dua hati dalam lembaga pernikahan

Dua puluh empat tahun, tidak terasa
Merangkai tali cinta kasih dengan berjuta asa
Sakinah mawaddah warahmah, terucap doa
Melekat erat dibalut iman dan taqwa

Kotabaru, 19 April 2011

Selengkapnya...

(menurut peraturan yang berlaku di Indonesia)
Oleh: Abdul Kadir
Heboh, perkawinan sejenis yang menghiasi media saat ini. Sang suami baru tahu setelah enam bulan hidup bersama, yang menjadi pertanyaan adalah; apakah betul tidak tahu, atau memang sudah ada rekayasa sebelumnya. Terlepas dari semua itu. KUA Jatiasih, Bekasi telah mengajukan pembatalan nikah, apakah ini bisa ?.
(menurut peraturan yang berlaku di Indonesia)
Oleh: Abdul Kadir
Kantor Urusan Agama Jatiasih, Bekasi segera mengajukan pembatalan pernikahan Muhamad Umar-Friska Anastasya Oktaviany ke Pengadilan Agama Bekasi. Pernikahan itu dinilai cacat hukum dan tidak sah sebab Friska ternyata laki-laki bernama Rahmat Sulistyo. Pernikahan sesama lelaki atau perempuan dilarang di Indonesia.( KOMPAS.com, Senin, 4 April 2011).
Heboh, perkawinan sejenis yang menghiasi media saat ini. Sang suami baru tahu setelah enam bulan hidup bersama, yang menjadi pertanyaan adalah; apakah betul tidak tahu, atau memang sudah ada rekayasa sebelumnya. Terlepas dari semua itu. KUA Jatiasih, Bekasi telah mengajukan pembatalan nikah, apakah ini bisa ?.
Dalam Islam dan hukum yang berlaku di Indonesia, ada beberapa penyebab pernikahan bisa dibatalkan. Dalam Islam pernikahan dapat dibatalkan. Pertama nikah syigar, yaitu: yang menjadi mahar adalah si wanita itu sendiri. Misalnya, “aku nikahkan saudara A dengan putriku, dengan mahar saudara A menikahkan putri saudara kepadaku.” Kedua nikah mut’ah, yaitu pernikahan berjangka, yang biasa disebut dengan kawin kontrak. Meskipun pernah dibolehkan, setelah itu dilarang. Ketiga, nikah muhrim, perkawinan yang dilakukan oleh salah seorang mempelai sedang melaksanakan ihram. Keempat, pernikahan yang dilakukan oleh dua orang wali yang berjauhan tempatnya, dan tidak diketahui yang mana lebih dulu. Kalau diketahu wali yang mana lebih dulu menikahkan, maka yang lebih dulu yang sah. Dan kelima, pernikahan yang dilakukan dalam keadaan mempelai wanita masih dalam masa iddah.
Sedangkan hukum yang berlaku di Indonesia, perkawinan dapat dibatalkan dengan alasan, sebagai mana yang dimuat dalam Undang – undang Nomor 1 tahun 1974:
1. Pasal 22, perkawinan tidak sesuai dengan syarat – syarat perkawinan
2. Pasal 24, masih ada ikatan perkawinan,
3. Pasal 27 ayat (1,2 dan 3), perkawinan dilangsungkan dalam ancaman yang melanggar hukum, atau salah satu pihak memalsukan identitas dirinya (seperti status, usia atau agama).
Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 71, disebutkan yang dapat dibatalkan, yaitu:
1. Seorang suami melakukan poligami tanpa izin yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama,
2. Wanita yang diketahui ternyata masih menjadi istri laki –laki lain,
3. Wanita yang dikawini masih dalam masa iddah,
4. Perkawinan yang melanggar batas minimal usia yang ditentukan oleh Undang – undang Perkawinan,
5. Perkawinan yang dilangsungkan tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang tidak berhak,
6. Perkawinan karena dipaksa.
Apabila, perkawinan dilaksanakan yang terjadi sabagai mana yang disebutkan di atas, maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan dengan mengajukan ke Pengadilan dimana pasangan atau salah satu pasangan suami - istri itu bertempat tinggal. Pasal 25 Undang – undang Nomor 1 tahun 1974.
Siapa yang berhak mengajukan pembatalan pernikahan tersebut; berdasarkan pasal 23 Undang – udang Nomor 1 tahun 1974, disebutkan para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau istri, suami atau istri, pejabat yang berwenang atau pejabat pengadilan. Sedangkan dalam Kompilasi Hukum Islam, pasal 73, menyebutkan: para keluarga dalam garis keturunan ke atas dan ke bawah dari suami atau istri, suami atau istri, pejabat yang berwenang mengawasi pelaksanaan menurut undang – undang, para pihak yang berkepentingan yang mengetahui adanya cacat dalam rukun dan syarat perkawinan menurut hukum Islam dan peraturan perundang – undangan. Mereka yang disebutkan dalam peraturan tersebut dapat mengajukan pembatalan perkawian, baik oleh dirinya sendiri atau menguasakan kepada kuasa hukumnya, dengan datang ke pengadilan yang mewilayahinya.
Dalam pasal 26 ayat ( 2 ) Undang – undang Nomor 1 tahun 1974, hak untuk membatalkan oleh suami atau istri gugur, apabila mereka sudah hidup bersama sebagai suami – istri dan dapat memperlihatkan akte perkawinan yang dibuat pegawai pencatat nikah yang tidak berwenang dan perkawinan harus diperbaharui supaya sah. Begitu juga dalam hal adanya ancaman, setelah pasangan tersebut hidup bersama selama jangka waktu 6 (enam) bulan tidak menggunakan haknya dan ancamannya telah berhenti, maka tidak dapat lagi diajukan pembatalan. Pasal 27 ayat (3) Undang – undang Nomor 1 tahun 1974.
Pembatalan suatu perkawinan berlaku setelah ada keputusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum yang tetap, pasal 28 ayat (1) Undang – undang Nomor 1 tahun 1974.
Melihat perkawinan antara Muhamad Umar-Friska Anastasya Oktaviany, sangat jelas perkawinan tersebut banyak hal yang dilanggar, baik syarat – syarat yang diatur dalam Islam juga persyaratan adminitrasinya.
Berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia, maka Kantor Urusan Agama Jatiasih, Bekasi, berhak untuk mengajukan pembatalan perkawinan antara Muhamad Umar-Friska Anastasya Oktaviany, karena dengan kejadian tersebut KUA merasa dirugikan. dan sudah tepat mengajukannya ke Pengadilan Agama Bekasi dan juga bisa mempidanakannya.
Dalam hal ini tidak ada pembatasan waktu untuk pembatalan perkawinan, meski pasangan tersebut telah hidup bersama dalam rentang waktu 6 (enam) bulan, karena yang ada pembatasan itu hanya, bagi suami – istri, sebagai mana yang tersebut dalam Undang – undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 26 ayat (2) dan pasal 27 ayat (3).
Selengkapnya...

26 Mar 2011

Sebagai orang muda harus punya semangat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan umat Islam. Indonesia bangkit dimulai oleh kaum muda, dengan sumpah pemudanya. Kalau kita ingat apa yang dikatakan oleh Presiden pertama kita Soekarno, berikan saya satu pemuda, maka akan saya rubah dunia ini.
Namun sebelumnya kita harus mengkaji, dimana letak kelemahan umat Islam itu dan apa penyebab dari kemunduran umat Islam.
oleh: Abdul Kadir.
1. Pendahuluan
Nabi muhammad saw, sebagai Nabi akhir zaman, penutup semua nabi, penyempurna syariat yang diturunkan Allah swt, adalah rahmatan lil ‘alamin, sebagaimana firman Allah, wama arsal naa ka illa rahmatan lil ‘alamiin.
Kita yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad saw, harus mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi saw, seperti ayat alQur’an tentang sifat Nabi, sebagai rahmatan lil ‘alamiin itu, dan kita pun harus bersifat seperti itu.
Namun kenyataannya, yang mengaku umat Nabi Muhammad saw, masih banyak berlaku dan bertindak jauh dari apa yang di ajarkan dan yang dicontohkan oleh Nabi. Perusakan alam, perusakan akal, juga perusakan moral.
Menyikapi hal tersebut perlu pembenahan sejak dini, kalau ingin Islam jaya seperti pada zaman keemasannya.
II. Pokok Pikiran
Keadaan kaum muslimin sekarang ini dalam kondisi yang terjepit oleh opini yang dihembuskan oleh orang orang yang tidak suka dengan Islam (yang lebih parah lagi ada orang Islam sendiri yang ikut ikutan mempunyai imij seperti itu).
Muhammad Abduh mengatakan: “al Islam mahzuubun lil muslim”
Senyatanya Islam dan umat Islam itu adalah rahmatan lil ‘alamin, tapi mengapa hal ini bisa terjadi. Ini yang perlu kita kaji sebagai kaum muda muslim. Karena kaum muda adalah calon pemimpin masa depan.
Sebagai orang muda harus punya semangat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan umat Islam. Indonesia bangkit dimulai oleh kaum muda, dengan sumpah pemudanya. Kalau kita ingat apa yang dikatakan oleh Presiden pertama kita Soekarno, berikan saya satu pemuda, maka akan saya rubah dunia ini.
Namun sebelumnya kita harus mengkaji, dimana letak kelemahan umat Islam itu dan apa penyebab dari kemunduran umat Islam.
Menurut Ibnu Djarir (Ketua MUI Jawa Tengah) memetakan problematika umat Islam Indonesia dewasa ini adalah: Kemiskinan, Erosi moral, Egoism kelompok, serta posisi umat Islam dalam tarik menarik konservatisme dan liberalisme.

Solusi yang ditawarkan oleh beliau, ialah
1. Memberdayakan ekonomi umat dengan mendayagunakan dana dana keagamaan (zakat, infak, sedekah, hibah, wakaf, waris dan kafarat),
2. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan tarbiyah (pendidikan) dan dakwah Islamiyah meliputi semua komponennya seperti daya insan (pelaku), materi, metode, sarana, dan prasarana,
3. Meningkatkan silaturrahmi antar pempinan umat, dari tingkat pusat hingga daerah, dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan, bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta bersama sama memecahkan masalah masalahumat,
4. Umat Islam sebagai mayoritas memiliki tanggung jawab besar atas maju mundur dan jatuh bangun bangsa dan negara ini.

Ibnu Djarir, menekankan pemulihannya pertama lebih tertuju kepada pemimpin umat sebagai motifator dan tauladan kedua kepada kaum muda sebagai penerus kepemimpin.
Sedangkan H. Ahmad Saikhudin dalam tulisannya yang berjudul Kondisi Umat Islam Saat Ini, menyebutkan:
Secara umum kondisi umat Islam saat ini mempunyai kelemahan diantaranya adalah:
1. Akidah,
2. Pendidikan,
3. Pengetahuan,
4. Dakwah,
5. Stuktur/ pengorganisasian, dan
6. Akhlak *)

1. Berbagai kelemahan muslim yang utama dan prinsip pada saat ini adalah kelemahan aqidah di kalangan kaum muslimin. Aqidah pada sebagian besar kaum muslim telah dicampuri dengan berbagai kepercayaan yang merusak aqidah yang sebenarnya. Kepercayaan kepada nenek moyang dengan mengamalkan kepercayaan tradisi jahiliyah yang diwarnai oleh animisme dan dinamisme, sebagian lagi kepercayaan ini dipengaruhi oleh agama Hindu. Aqidah yang dibawa oleh umat Islam tidak juga tertanam secara baik di dada kaum muslimin. Mereka mencampuri dengan kepercayaan kebendaan, keduniaaan dan sebagainya yang menjauhkan aqidahnya darii Allah SWT.*)

2. Tarbiyah Islamiyah di kalangan muslimin sangatlah sedikit. Secara formal yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah negeri atau swasta sangatlah terbatas hanya beberapa jam saja diajarkan di kelas. Sedangkan sekolah Islam tidak begitu banyak. Keadaan ini masih sangat kurang apabila dibandingkan dengan keperluan saat ini. Sekolah Islampun tidak semuanya dapat menyajikan Islam dan tarbiyah yang baik sehingga dapat merubah pribadi pelajar dan gurunya. Pelaksanaan tarbiyah secara informal belum lagi banyak dilaksanakan secara berkesan. Majlis Taklim misalnya, sebagai tarbiyah yang bersifat informal. Dalam pelaksanaannya Majlis Taklim lebih kepada majelis illmu yang memberikan keperluan akal tetapi kurang kepada memenuhi keperluan qolbu dan biasanya kurang begitu membentuk kepribadian.*)

3. Tsaqafiyatan (pengetahuan) Islamiyah di kalangan muslim juga kurang beriringan dengan efektivitas peranan tarbiyah dan sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh umat Islam. Tsaqofah ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan wawasan yang bersifat Islam atau umum. Kemampuan ini belum banyak dimiliki oleh kaum muslim. Sebagian menguasai tsaqofah Islam tetapi dalam masalah umum kurang menguasainya (misalnya politik, ekonomi, kemasyarakatan) begitupun sebaliknya kurang ditemui muslim yang mempunyai penguasaan di bidang umum dan memiliki kemampuan tsaqofah Islamiyah. Muslim yang mempunyai ilmu dan tsaqofah demikian tidaklah banyak, dan masih kurang dibandingkan dengan jumlah muslim serta keperluan yang ada. Sebagian muslim yang mempunyai tsaqofah ini kurang sesuai dangan pemahaman aqidah Islamiyah, kurang merujuk kepada manhaz(konsep) yang utama yaitu Al Qur’an dan Sunnah. Sebagian merujuk kepada nilai Barat yang bertentangan dengan Islam, termasuk tsaqofah yang disuburkan oleh kepercayaaan jahiliyah seperti ashobiyah, nasionalisme, sekuler, kapitalisme dan komunisme.*)

4. Dakwah Islampun nampaknya terkena penyakit dan keadaan sekarang seperti kata pepatah hidup enggan matipun tak mau. Kondisi dakwah yang berjalan perlu dipertanyakan lagi tujuan yang hendak dicapai dan cara mencapai tujuan tersebut. Hasil dakwah sekarang ini belum lagi dapat dibanggakan bahkan keadaaan sekarang ini menunjukkan dakwah tidak berjalan karena tidak nampak bertambahnya pengikut atau pengikut yang ada pun semakin berkurang. Dakwah Islam tidak berkesan karena sebagian sudah hilang tujuan sebenarnya yang sudah dipengaruhi oleh berbagai pendekatan yang kurang Islami. Dakwah kurang berkesan karena menjadikan dakwah sebagai organisasi kelompok atau kumpulan elite ataupun perkumpulan yang tidak berdasarkan kepada nilai-nilai Islam. Dakwah yang tidak berjalan adalah satu masalah sendiri, sementara yang sedang berjalanpun perlu dilihat bagaimana keadaan yang sebenarnya, adakah sesuai dengan manhaz (konsep) atau ajaran Nabi atau tidak. *)

5. Tanzim atau organisasi yang dikendalikan oleh Islam perlu dipertanyakan sejauh manakah mereka mengamalkan Islam di dalam tanzimnya. Tanzim dapat dibagi kepada tanzim berupa jamaah yang komitmet pesertanya melalui bai’ah dan organisasi Islam yang terbuka dengan menjalankan beberapa keperluan dan aktivitas Islam secara terbuka, atau organisasi Islam yang berwarna perkumpulan, kelompok, dan yang lainnya. Bagaimanapun tanzim ini perlu dilihat kondisinya karena keadaaannya tak jauh berbeda dengan keadaan umat Islam yang sedang sakit. Apabila pengendali sedang sakit maka ada kemungkinan yang dibawakan akan sakit.*)

6. Akhlak sebagai cermim nuslim sudah dicemari oleh berbagai akhlak jahiliyah yang dilandasi oleh budaya dan gaya hidup masyarakat jahiliyah. Banyak ditemui muslim yang secara statusnya masih sebagai muslim tetapi tidak mencerminkan lagi akhlak Islam yang susah dibedakan dengan mereka yang bukan muslim. Akhlak remaja sangat kentara menampakkan wujud yang salah. Akhlak muslim tidak mewarnai diri muslim secara keseluruhan. Keadaan demikian tidaklah mustahil mengingat ghazwul fikri yang sangat kuat dan hizbusyaitan yang menguasai dunia saat ini.*)


Saya agak tertarik dengan pendapatnya H. Ahmad Saikhudin, karena apa yang dipetakan oleh beliau itu pada pokoknya sama dengan yang di ajarkan oleh Rasulullah saw, saya mencoba untuk menyisiri pendapat beliau sesuai dengan urutanya:

1. Akidah adalah merupakan pondasi utama, kalau akidahnya sudah mantap, maka dia tahan terhadap kondisi dan situasi lingkungan yang mempengaruhi. Penanaman keyakinan sejak dini terhadap kekuasaan Allah, menyakini akan ke Mahaan Allah, makanya sewaktu bayi lahir disuruh untuk diazankan, agar apa yang pertama kali didengar adalah akan keagungan Allah.
2. Tarbiyah, atau pendidikan merupakan pondasi kedua, penanaman pendidikan yang Islamyah perlu dikenalkan sejak dini, sebagaimana sabda Nabi saw, menuntut ilmu itu wajib dari buaian sampai keliang lahat. Dalam sabda lainya Nabi saw, mengatakan ajari anakmu shalat pada umur 7 tahun dan pukullah kalau sudah berumur 10 tahun.
3. Kaitannya dengan pendidikan adalah tentunya pengajaran tentang ilmu, ilmu yang harus diajarkan harus seimbang antara ilmu yang menuju akhirat dan ilmu yang diperlukan dalam hidup di dunia, sebagaimana Sabda Nabi saw, kalau kamu menginginkan dunia, maka dengan ilmu, kalau kamu menginginkan akhirat juga dengan ilmu, kalau kamu ingin keduanya, maka juga dengan ilmu.
4. Dakwah merupakan pilar utama untuk menyampaikan suatu tujuan (dalam bahasa lain bisa disebut Iklan). Kalau kita ingin Islam yang sebenarnya diketahui dan diamalkan, maka kita harus mendakwahkan tentang ajaran Islam yang benar itu. Namun hal itu sangat berbeda pada saat ini.
Dakwah kita sekarang ini, lebih kepada melihat kesenangan para pendengar, yang pada gilirannya para dai, berdakwah hanya menyenangkan pendengar, tidak lagi menyampaikan yang haq.
5. Kelompok organisasi Islam saat ini pada kepentingan organisasi, juga selalu merasa organisasinya yang paling benar dan paling islami, yang lebih parahnya lagi antar organisasi Islam yang ada saling bertentangan, saling menghujat.
6. Yang terakhir adalah akhlaq, sekarang ini akhlah umat kita sudah sangat jauh dari akhlak yang islami, akhlak atau moral umat Islam lebih kepada moral barat (jahiliyah), karena moral ini yang sering dilihat dan dicontohkan oleh orang orang barat.
III. Solusi Alternatif
Melihat penyebab dari kemunduran umat Islam saat ini, untuk perbaikannya sangat sulit, namun kalau mundur kebelakang bagaimana Nabi saw merubah bangsa arab yang jahiliyah menjadi masyarakat yang disebut dalam Qs. ali Imran: 110, menyebutkan sebaik baik ummat (khaira ummah), itu harus memiliki tiga syarat:
1. Mengajak kepada yang ma’ruf,
2. Mencegah yang mungkar, dan
3. Beriman kepada Allah
Bagaimana Rasulullah saw membina selama 13 tahun di preode Mekkah yang pertama ditanamkan adalah tentang akidah dan akhlak, untuk menjadikan sahabat menjadi khairan ummat. Kalau kita mulai dengan mendakwahkan tentang pentingnya akidah dan akhlak.
Namun penanaman akidah dan akhlak tidak bisa hanya dengan retorika, tapi perlu tauladan yang baik, orang akan mengikuti apa yang kita ucapkan atau kita sudah mencontohkan apa yang kita ucapkan.
Baru pada preode kedua di Madinah, Nabi saw mengajarkan tentang ibadah dan muamalah.
Jadi pada prinsipnya adalah pemantapan mental yang dibarengi dengan pemulihan moral yang mengarah kepada kesatuan pemikiran dan gerak. Baru aflikasi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dengan berbagai interaksinya, untuk menuju masyarakat madani.
IV. Kesimpulan
Kondisi kaum muslimin sekarang dilihat dari kelemahannya terletak pada; akidah, pendidikan, pengetahuan, dakwah pengorganisiaan dan akhlak. Sedangkan pendapatnya Ibnu Djarir, beliau lebih mengkerucutkan tentang problema umat saat ini hanya dengan empat poin, yaitu: kemiskinan, erosi moral, fanatis kelompok, dan tarik menarik antara kaum tradisional dengan kaum modern. Sebenarnya pada prinsifnya pendapat antara keduanya tidak jauh berbeda.
Kalau boleh saya berpendapat penanganannya adalah hanya kembali kepada konsep Al Qur’an dan Al Hadits, yang dimulai dengan iqra (membaca) dan yang berangkal kepada ku ampusakum wa ahlikum nara, yaitu dengan memulai dari diri sendiri.
(Biak, 12 Desember 2009, makalah disampaikan dalam acara Basic Training HMI)

Selengkapnya...

Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?" oleh Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid

Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."
Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.
Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al Qur'an al Karîm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
4. Penyakit pengelupasan kulit.
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
2. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
3. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
4. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
5. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
6. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
7. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.
________________________________________
Dari buku: Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari'at dan Sains Modern
Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997
Penerbit: Gema Insani Press
Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388

Selengkapnya...

Populer

Arsif Tafakkur

BERITA KESEHATAN

:: Berita Bola -

Republika Online

xxxx

Peluang Bisnis Sampingan

Amazon.com

buku


Masukkan Code ini K1-EA9CDE-F
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Kumpul Blogger

$

Protected by Copyscape Plagiarism Check

Mesin Pencari

Memuat...

Anda Pengunjung ke....

Pesan Anda

Foto Tafakkur

KONTAK KAMI

mailonpix.com

Pengikut

perjalanan

perjalanan